Masa muda merupakan masa-masa dimana hati seakan-akan selalu
merasa menggebu-gebu untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Bahkan
kadang-kadang, selalu ada hasrat untuk melakukan kegiatan yang cukup
membahayakan diri sendiri. Inilah sebagian gejolak yang terjadi pada jiwa
muda-mudi, tak dapat dihindari, namun harus tetap terkendali.
Para sobat yang budiman, mungkin saat ini kamu sedang berada
dalam fase muda, kiranya apa yang akan kamu lakukan dalam fase ini? Sudahkah
kamu tulis dalam catatan mudamu guna mempersiapkan masa setelah muda, yakni
masa tuamu? Masa muda berleha-leha, namun bagaimana dengan masa tua? Jangan
sampai kita nantinya termasuk orang yang meronta-ronta, karena sungguh tak enak
untuk dirasa.
Menuliskan cita-cita untuk menjadi seseorang yang diimpikan,
memang suatu keharusan yang mesti dilakukan. Setelah menjadi sosok yang
diimpikan, maka pundi-pundi uang pun berdatangan. Dengan uang tersebut, kita
dapat berjalan-jalan, membeli segala kebutuhan dan makan enak di restoran.
Di balik itu semua, kita merasa bergembira, namun ternyata
sungguh tak terasa, uang yang telah kita punya, habis begitu saja layaknya
hilang tanpa ada jejaknya. Dengan kebiasaan seperti ini, apakah kita telah siap
menghadapi masa tua? Sobat sendiri tentu sudah tahu jawabannya.
Menuai penghasilan dari suatu pekerjaan, tentu hal tersebut
sangat diharapkan, mengingat dengan penghasilan, seseorang dapat menemukan
kesejahteraan, meskipun tak secara keseluruhan. Bijak dalam menggunakan penghasilan,
yakni sesuai dengan proporsional harus diutamakan. Sikap boros pengeluaran,
sungguh kebiasaan yang berlebihan, dan mesti kita hindarkan dan tinggalkan.
Sobatku yang budiman, masa tua juga perlu perhatian, mari kita persiapkan.
Investasi selagi muda sebagian dari penghasilan
merupakan salah satu langkah cemerlang yang bisa kita lakukan untuk menjaga
masa tua tetap dalam ruang lingkup kesejahteraan. Seberapa pun jumlah
penghasilan, hendaknya sebagiannya untuk disisihkan, dengan begitu masa tua
kita tetap akan terjamin. Semakin dini persiapan, maka semakin ringan pula
beban.
Bentuk investasi selagi muda cukup
beragam, diantaranya kita dapat melakukan investasi reksa dan investasi saham.
Pertama, investasi reksa adalah mempercayakan sejumlah uang kepada perusahaan
Manajer Investasi (MI) guna diinvestasikan pada berbagai instrumen pasar modal.
Dengan investasi ini, tentu kita akan mengharapkan untuk mendapat keuntungan dari
hasil secara optimal.
Kedua, investasi saham. Investasi bentuk ini merupakan
menanamkan sejumlah modal yang berkaitan dengan perihal pembelian dan
penyimpanan saham pada suatu pasar modal. Pada kasus investasi ini, investor
akan mengharapkan adanya dividen dan capital
gain.
Mungkin saat ini sobat sedikit mulai berpikir tentang
berinventasi untuk hari depan. Namun perlu diketahui sobat, banyak orang yang
telah mencoba langkah ini namun mereka tidak berhasil dan tak membuahkan hasil.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu
hindari saat berinvestasi:
Kamu adalah investor
bukan Trader
Perlu kesabaran untuk kita dapat menuai hasil dari investasi
yang kita gelontorkan. Berbeda dengan trader yang dapat dengan segera menjual
suatu barang saat harga sedang naik-naiknya untuk mendapat keuntungan yang
melimpah dalam jangka waktu yang singkat.
Suka menunda hingga
menjadi tak konsisten
Pandangan bahwa masa tua masih dapat ditunda merupakan suatu
penyakit yang menggerogoti para investor abal-abal. Dengan sikap menunda ini
akhirnya investor macam ini pun menjadi tak konsisten hingga ia tak menuai
apa-apa dari apa yang dia tanam.
Terlalu cepat merasa
puas
Saat mendengar bahwa investasi seorang investor akan
mengeluarkan suatu hasil, terkadang ada sebagian investor yang cepat merasa
puas dengan hasil tersebut. Saat itu terjadi, investor ingin dengan segera
menjual sahamnya karena memang pada saat itu harga sedang naik dan dia takut
keesokan harinya harga akan turun.




Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus