Mempunyai momongan, bagi pasangan pria dan wanita secara
umum sudah menjadi suatu hal yang sangat dinanti kehadirannya. Namun sebelum si
anak hadir ke dunia, banyak perjuangan yang harus dilalui oleh kedua pasangan
tersebut, terlebih bagi wanita. Kita ketahui bersama, wanita adalah orang yang
mengandung si anak selama kurang lebih 9 bulan.
Ketika sang ibu hamil, keadaan perutnya semakin hari
menjadi semakin besar dan berat. Disebabkan hal ini, posisi tidur ibu hamil
pun terganggu. Selain itu, durasi waktu tidur ideal yang diperlukan menjadi
sulit untuk dipenuhi, hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas stamina ibu dan
gampang membuatnya merasa lelah.
Gangguan tersebut hendaknya untuk
dibenahi, agar tidak memberikan efek minus pada kesehatan sang ibu. Oleh
karenanya kita perlu mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab atas kesulitan dalam
menentukan posisi tidur ibu hamil yang tepat. Berikut ini adalah diantara
penyebab kesulitan tersebut:
1.
Ukuran
perut yang membesar
Tak dapat disangkal lagi,
semakin hari janin dalam kandungan perut ibu tumbuh semakin besar. Perkembangan
itupun dibarengi dengan bobot janin yang meningkat pula. Dari sini, dapat
diidentifikasi bahwa inilah salah satu penyebab sang ibu sulit dalam menentukan
posisi tidur.
Berbeda saat sebelum hamil, ibu dapat secara
bebas menentukan posisi tidur, bisa itu terlentang maupun tengkurap. Namun saat
hamil, posisi tidur mesti diperhatikan, apalagi di saat usia kandungan telah
memasuki fase trimester kedua. Saat memasuki masa ini, ibu hamil hendaknya
tidak tidur dengan cara tengkurap, agar dapat menghindarkan resiko janin
tergencet.
2.
Punggung
terasa sakit
Saat ukuran kandungan membesar, dapat
memberikan efek beban kepada sang ibu. Hal ini menjadikan banyak ibu mengalami
rasa pegal dan sakit punggung. Ketika hal tersebut terjadi, menyebabkan posisi
tidur yang diterapkan terasa serba salah.
3.
Nafas
terganggu
Ukuran janin yang membesar, membuat ruang
diafragma di tubuh ibu terdesak. Hal ini menjadikan nafas ibu sesak dan berat,
kemudian hal ini pula yang menyebabkan posisi tidur ibu tidak terasa nyaman.
Terdapat anjuran dalam mengatur posisi tidur ibu hamil,
diantaranya adalah tidur dengan posisi miring ke arah kiri. Diungkapkan oleh para ahli bahwa tidur dengan posisi miring ke arah
kiri merupakan yang terbaik. Hal ini dilakukan guna memperlancar sirkulasi
darah ibu, baik aliran darah menuju jantung, ginjal, janin dan rahim.
Posisi tidur ke arah kiri dapat membuat perut ibu terasa
lebih nyaman dan tentunya tidak menekan organ hati.Menaikkan posisi dada saat
posisi tidur ke arah kiri menggunakan bantal juga dapat menambah rasa nyaman
bagi ibu hamil. Kemudian juga dapat sedikit melapangkan rasa sesak nafas.
Ibu hamil terasa terganggu tidurnya sudah menjadi
kewajaran, seperti sering terbangun di malam hari mungkin karena ingin buang
air kecil, jantung berdebar yang disebabkan peningkatan detak jantung, merasa
sesak nafas maupun sakit punggung.
Memberikan sedikit pijatan pada bagian tubuh yang terasa
pegal menggunakan baby oil dapat meringankan gejala sakit yang diderita. Selain
itu, dapat pula memperlancar sirkulasi darah, sehingga otot-otot tubuh menjadi
lebih rileks dan terbebas dari rasa pegal.




Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus