Pada kesempatan pertama dari awal bulan Desember, kita telah membicarakan
mengenai pentingnya seseorang guna memiliki kemampuan public speaking
yang baik. Saat ini, kita akan melanjutkannya dengan perbincangan tentang 8
soft skill yang harus kamu punya versi kedua, yakni memiliki kemampuan menulis.
Sobat, sebagaimana yang telah kita ketahui, menulis sudah menjadi
aktivitas umum di kala kita mengenyam pendidikan tingkat dasar hingga perguruan
tinggi. Namun, sampai manakah kita memaknai keterampilan ini? Apakah hanya
sebatas menulis kembali hal-hal penting yang disampaikan oleh guru maupun dosen
kita, atau lebih daripada itu.
Sudut pandang setiap orang terhadap keterampilan menulis sangatlah
beragam. Ada yang memandangnya sebagai aktivitas menyenangkan hingga
membosankan. Bagi yang beranggapan bahwa menulis adalah aktivitas menyenangkan,
menulis bagaikan menorehkan sejarah bagi diri sendiri. Mengapa begitu? Karena sangat
disadari, tulisan yang kita torehkan saat ini, akan tetap bisa dikenang oleh
para anak cucu kita.
Berbeda dengan aktivitas menulis, keterampilan berbicara di depan umum
memang sangat mudah mempengaruhi pola pikir seseorang maupun suatu kalangan,
namun sifatnya tidaklah lama. Omongan yang dilontarkan seseorang, tentu sedikit
demi sedikit akan dilupakan oleh orang lain. Akan tetapi, omongan bisa terus
diingat, bagaimana caranya? Ya betul, dengan menulis isi omongan tersebut, maka
niscaya akan selalu diingat oleh mereka.
Sobat, mungkin di kemudian hari kita akan menjadi orang-orang yang hebat
dan akan diundang di acara ini dan itu. Maka, setiap apa yang kita sampaikan
hendaknya untuk dicatat agar apa yang kita ucapkan akan terus melekat, baik di
benak kita maupun para peserta. Nah sobat, melalui suatu tulisan, kita bisa
dikenang dan diingat, bukan begitu?
Menulis memang tidaklah mudah, mungkin tersendat karena tidak memiliki
inspirasi akan hal-hal yang bisa kita tulis, ataukah disebabkan kesibukan
hingga kita tak mampu. Apapun alasannya, lihatlah sobat karya-karya tulis milik
orang-orang besar, sungguh begitu banyak karyanya. Pertanyaan bagi kita, apakah
mereka tidak sibuk hingga mampu menghasilkan karya sedemikian banyaknya? Tentu saja
mereka sibuk, namun mereka selalu menyempatkan diri untuk menulis, bagaimana
dengan Anda?
Mengawali diri untuk aktif menulis tidaklah mudah, karena banyak hal yang
perlu dipersiapkan, dan yang paling utama adalah sejauhmana komitmen untuk
terus menerus melatih diri kita dalam mengembangkan keterampilan menulis. Menulis
hanya beberapa jam dalam satu minggu saja, itu lebih baik dibandingkan menulis
satu minggu penuh lalu meninggalkannya oleh karena jenuh. Percayalah, sedikit
demi sedikit, lama kelamaan akan menjadi bukit, sobat.
Menulis tidak harus menunggu waktu kita merasa menguasai secara sempurna
sesuatu yang akan kita tuliskan. Jika hal ini terjadi pada kita, maka akan
mempengaruhi konsistensi kita dalam menulis. Bisa saja kita akan mengatakan
tidak mood dan merasa bosan untuk menulis. Sehingga yang perlu kita lakukan
adalah learning by doing. Ya betul, belajar sambil mengerjakan akan
sedikit demi sedikit menambah pengetahuan kita, hingga kita akan menguasai
materi yang pada awalnya bukanlah topik kesukaan jati diri kita.
Mengasah kemampuan menulis secara terus menerus, pasti akan membantu
meningkatkan kualitas tulisan kita. Tunggu apalagi sobat, tulislah apapun yang
kamu suka. Tidak perlu menunggu alasan ini dan itu untuk terus berkarya. Keep
spirit!





Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus