Menurut data yang dirilis oleh CIA’s
World Factbook 2011, Indonesia berada di urutan kesembilan dalam daftar negara
dengan luas hutan terbesar di dunia. Bersyukur sekali kan bisa tinggal di
negara dengan hutan yang luas dan tanah yang subur?
Sayangnya,
luas hutan di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Fakta
tersebut menggerakkan Tanoto Foundation, sebuah yayasan yang didirikan oleh
pengusaha Sukanto Tanoto untuk
berusaha ikut membantu menjaga kelestarian hutan dengan cara melahirkan para
peneliti kehutanan dari negeri kita.
Tanoto
Foundation mewujudkan misinya dengan mendirikan Tanoto Forestry Information
Center (TFIC) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tujuan dari didirikannya
TFIC adalah sebagai wadah untuk pengembangan penelitian dan penyebaran
pengetahuan ilmu kehutanan, baik dari para peneliti dari negeri kita maupun
peneliti asing
Sebagai
pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto sendiri memang tahu persis manfaat
hutan bagi negeri kita. Beberapa bisnisnya secara langsung terkait dengan
sumber daya alam sehingga ia sangat memahami manfaat dari hutan yang lestari. Ia juga sangat mendukung kerjasama Tanoto Foundation dengan
perguruan tinggi terkait hal ini.
“Perusahaan
swasta punya tanggung jawab untuk ikut memajukan dunia ilmu pengetahuan di
Indonesia. Apalagi Indonesia, kaya akan sumber daya alam. Hutan
merupakan salah satu aset terbesar bangsa ini. Tentu perlu dikelola dan rawat oleh orang
yang memang paham dan menguasai ilmu kehutanan,” ucap Sukanto Tanoto.
Menteri
Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengapresasi langkah Tanoto
Foundation dalam mendirikan TFIC. Menurutnya TFIC bisa menjadi instrumen utama
penelitian, analisis, dan menyusun langkah strategis yang diperlukan dalam
pelestarian hutan di Indonesia. Ia juga berharap TFIC juga berkembang sebagai
sarana networking dan kolaborasi
antara pelaku kehutanan nasional dan internasional.
Apresiasi
senada juga diungkapkan oleh Rektor IPB, Herry Suhardiyanto. Menurut Hery,
keberadaan TFIC sangat penting. “Saya juga berharap dengan adanya Tanoto
Forestry Information Center, penelitian yang berorientasi pada pengelolaan
hutan dapat terus dapat dilakukan,” ucap Herry.
Di dalam
TFIC memang tersedia beragam informasi terkait kehutanan Indonesia. Di lantai
satu gedung terdapat panel dan video mengenai kehutanan dan keanekaragaman
hayati di Indonesia. Sementara itu, lantai dua merupakan area e-library yang memiliki akses terhadap
ratusan jurnal internasional dalam bidang kehutanan serta mini
auditorium untuk kegiatan kuliah atau seminar. Bersamaan dengan itu di lantai yang
sama juga ada panel dan video tentang manajemen hutan yang baik.
Keberadaan
TFIC rupanya telah menarik berbagi pihak untuk mendalami penelitian kehutanan.
Hingga Desember 2015, sekitar 1.900 mahasiswa dan 120 dosen IPB telah merasakan
manfaat dengan keberadaan TFIC. Tentu saja ini selaras dengan harapan Tanoto
Foundation dan perusahaan Sukanto Tanoto yang mendukung pendiriannya.
“Pada
akhirnya, diharapkan berbagai aktivitas dilaksanakan dalam lembaga ini sebagai
jalan bagi lahirnya ilmuwan dan praktisi kehutanan yang unggul di tingkat
internasional,” kata Sukanto Tanoto.
Hutan
yang lestari pasti akan membantu mengarahkan masa depan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Inilah
misi utama yang ingin diraih oleh Tanoto Foundation.




Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus