Kehidupan yang dilalui oleh setiap insan tak akan pernah lepas dari
berbagai macam permasalahan. Permasalahan yang muncul tergantung dari
aspek-aspek yang mempengaruhi, seperti permasalahan dalam suatu keluarga,
dimana seorang bapak diharuskan mendidik anaknya yang nakal, menjadi anak yang
terkontrol.
Apapun masalah yang menghinggapi pada diri kita, bagaimanakah seharusnya
kita menyikapi dan bertindak? Apa yang akan sobat lakukan jika sedang dirundung
sebuah masalah? Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang berusaha untuk melarikan
diri darinya ya.
Ketika suatu permasalahan menghantui kita, maka yang perlu kita lakukan
adalah menyikapinya dengan rasa positif. Hendaknya kita memandang bahwa permasalahn
yang datang, tidak untuk membunuh karir kita, namun dia datang sebagai pengukur
kepantasan kita dalam menghadapi permasalahan.
Sungguh disayangkan, terdapat sedemikian orang di luar sana yang tidak
kuat dalam memecahkan permasalahan tapi ingin cepat menyelesaikannya. Berbagai
macam cara pun ditempuh orang guna mencari jalan pintas menyelesaikan masalah,
ada yang melarikan diri, selalu menghindar, menyendiri bahkan bunuh diri.
Sungguh sikap ini bukanlah suatu tindakan terpuji.
Seberat apapun permasalahan yang ada, mesti ada celah didalamnya. Oleh
karena itu, siapapun yang sedang dihinggapi permasalahan, maka sikap optimis perlu
ditumbuhkan. Selain itu, kita juga perlu menyikapinya dengan serius, yakni
memperhatikan setiap detail permasalahan, namun tidak bersikap lebay
terhadapnya.
Memposisikan diri sebagai pemecah masalah atau dalam bahasa kerennya problem
solver bisa menjadi kunci dari permasalahan. Membiarkan diri terus menerus
dikurung oleh masalah bukanlah hal baik, justru kita harus berusaha untuk
segera keluar dari kekangan.
Menjadi sosok problem solver tidaklah mudah, karena banyak orang
yang berusaha sebagai problem solver, ternyata dia terjebak dalam nafsu
hingga menjadi emosional, bukan membantu terselesaikannya masalah, malah
menambah masalah.
Memposisikan diri sebagai problem solver memerlukan tingkat
kejelian dan pemahaman yang baik terhadap masalah. Selain itu, yakin terhadap
pengambilan keputusan juga sebagai faktor keberhasilan sebagai problem
solver. Oleh karena itu, saat bertindak sebagai problem solver, otak
harus lebih diutamakan dibandingkan emosi. Sebagaimana dikatakan oleh orang
bijak, pikiran boleh panas, namun hati harus tetap dingin. Setujukah dirimu
sobat akan hal ini?




Tidak ada komentar:
Posting Komentar